Nilai Moral Budaya Indonesia
NILAI MORAL BUDAYA INDONESIA
Indonesia adalah negara dengan bejibun budaya yang unik dan indah filosofinya. Banyak warga negara asing yang berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk melihat bagaimana pelaksanaan budaya-budaya di Indonesia. Karena terlalu banyaknya kebudayaan yang dimiliki Indonesia ada beberapa budaya yang diklaim milik negara lain. Melihat hal itu pemerintah dan masyarakat ramai-ramai untuk melakukan demo untuk mengakui budaya tersebut adalah memang milik Indonesia. Banyak orang yang bilang jika kita anak muda Indonesia tidak melestarikan budaya leluluhur, tapi saya tidak setuju dengan argumen tersebut, karena masih ada teman-teman saya yang sebenarnya masih melestarikan budaya-budaya tersebut hanya saja jumlahnya memang tidak sebanyak para leluhur yang dulu melakukannya. Dan teman-teman saya juga melakukan penyesuaian budaya yang ada dengan budaya yang sekarang. Jadi tidak ada kata kuno, ndeso, dan ndak keren, karena dengan adanya penyesuaian yang dilakukan oleh kawan-kawan muda kita menjadikan suatu budaya menjadi lebih menarik untuk dijadikan sebuah tontonan khas yang akan memberikan nilai tambah bagi suatu daerah. Mari kita intip budaya-budaya Indonesia yang unik,
1. Lompat Batu (Nias)
Tradisi yang biasanya dilakukan oleh pemuda Nias dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dengan lebar 40 cm, untuk menunjukkan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat batu di Nias memiliki nilai-nilai filosofis yang terkandung didalamnya. Dimana nilai kehidupan yang terkandung didalamnya adalah membentuk karakter pemuda yang tangkas dan kuat dalam menjalani kehidupan. Tradisi Lompat Batu masih terus dilestarikan dan menjadi simbol budaya masyarakat Nias.
Merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat islam yang akan menyambut datangnya bulan ramadhan yang dilaksanakan 1-2 minggu sebelum bulan ramadhan datang. tradisi ini sudah seperti pesta rakyat yang dilaksanakan tiap tahun dengan penentuan awal puasa. Biasanya akan diadakan karnaval dan adanya pesta-pesta rakyat yang puncaknya biasanya dilakukan sehari sebelum datangnya awal bulan ramdhan dengan ditentukannya tanggal 1 ramdhan. Tradisi ini mengajarkan untuk melaksanakan puasa di bulan ramdhan untuk membersihkan diri dari dosa-
dosa, serta mengajarkan kepada anak-anak agar mulai melaksanakan puasa ramdhan.
3. Tradisi Potong Jari Suku Dani
Tradisi yang terbilang cukup ekstrim mengingat melakukan pemotongan jari adalah hal yang menakutkan bagi orang-orang di luaran sana. Namun tidak bagi suku dani yang masih melakukan tradisi ini, tradisi ini biasanya dilakukan oleh wanita suku dani yang ditinggal oleh anggota keluarga. Mereka melakukan tradisi ini untuk menunjukkan bahwa mereka bersedih atas kepergian anggota keluarga sekaligus untuk menunjukkan kesetiaan wanita suku dani kepada keluarganya. Tradisi ini memang sudah mulai ditinggalkan karena keyakinan suku dani yang mulai berubah juga.
Ini merupakan tradisi yang unik karena biasanya tradisi pindah rumah adalah hanya orang dan barang-barangnya saja, tapi tidak dengan suku bugis, mereka akan membawa serta rumah tempat tinggal mereka ke tempat mereka pindah. Rumahnya bukan tebuat dari batu bata melainnkan dari papan yang yang disusun agar berbentuk rumah. Mereka biasanya melakukannya dengan bergotong royong dengan banyak orang membawa rumah itu sampai ke tempat tujuan. Nilai yang terkandung didalamnya mengajarkan agar kita bisa bergotong royong dalam banyak hal, dimana gotong royong adalah salah satu budaya bangsa Indonesia.
5. Karapan Sapi
Tradisi yang sudah tidak asing lagi masyarakat Indonesia mengingat banyaknya suku Madura yang merantau ke berbagai daerah dengan mengenalkan budaya mereka yang sangat khas. Karapan sapi merupakan perlombaan yang menggunakan sepasang sapi untuk berlari secepat mungkin sampai garis finis dan dikendalikan oleh seorang joki karapan sapi. Karapan sapi dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen para petani kepada tuhan. Selain itu karapan sapi biasanya membawa kebahagiaan tersendiri bagi para pedagang, karena karapan sapi dianggap sebagai pesta rakyat yang membuat banyak orang berbondong-bondong untuk melihat sehingga banyak pedagang yang berjualan di tempat diadakannya karapan sapi.
Itu tadi merupakan sekilas budaya Indonesia yang unik dengan nilai filosofis yang terkandung didalamnya.





Komentar
Posting Komentar